Minggu, 29 April 2012

TULISAN 1 - TUGAS -


PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN INDONESIA (1986-2011)
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perekonomian Indonesia



logo_gunadarma.jpg
 




                                   









Disusun Oleh :
Ahmad Harish                         27211929
Hendri Sugiyatna Perdana      28211681
Trisna Setiawan                       27211187
Yogi Widiawan                       27211540
 
 









JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KALIMALANG
2012



KATA PENGANTAR

Segala puji serta syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT yang telah melimpahkan karunia dan ridhoNya sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini, itu merupakan fakta asli kemampuan manusia yang pada dasarnya tidak pernah luput dari khilaf dan salah.
            Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mencoba mengkaji “Perkembangan kependudukan dan Ketenagakerjaan Indonesia (1986-2011)”. Dari aspek pola fikir yang muncul pada setiap manusia maupun massyarakat itu sendiri.
            Pada kesempatan kali ini, alhamdulillah makalah ini telah selesai disusun dengan memanfaatkan sumber-sumber referensi yang penulis peroleh. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan wawasan lebih bagi pembaca pada umumnya dan khususnya bagi penulis sebagai penyusun.
                                                                                   






Bekasi, Maret 2012


Penyusun
 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................................ ii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ........................................................................................................ iv
BAB 1 PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah ......................................................................................... 1
B.       Perumusan  Masalah ............................................................................................... 2
C.       Maksud dan Tujuan ................................................................................................ 2
D.      Metode Penyusunan ............................................................................................... 2
E.       Sistematika Penulisan ............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.      Perkembangan Kependududkan ............................................................................. 3
B.       Penyebaran Kependudukan .................................................................................... 6
C.       Laju Pertumbuhan Kependudukan ......................................................................... 8
D.      Sensus Kependudukan ........................................................................................... 11
E.       Ketenagakerjaan Indonesia .................................................................................... 14
BAB III
A.      Kesimpulan ............................................................................................................ 18
DAFTAR PUSTAKA






DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Peta Persebaran Penduduk Indonesia
Gambar 2 : Tingkat Lanjut Pertumbuhan Massyarakat Indonesia
Gambar 3 : Kondisi Ketenagakerjaan
Gambar 4 : ½ Penganggur dan Penganggur Terbuka


DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Pertumbuhan Penduduk Dunia
Tabel 2 : Jumlah Penduduk Indonesia
Tabel 3 : Distribusi penduduk Indonesia dalam presentase



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Penduduk Indonesia adalah mereka yang tinggal di Indonesia pada saat dilakukan sensus dalam kurun waktu minimal 6 bulan. Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. Secara umum, masalah kependudukan di berbagai negara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dalam hal kuantitas/jumlah penduduk dan kualitas penduduknya. Data tentang kualitas dan kuantitas penduduk tersebut dapat diketahui melalui beberapa cara, diantaranya melalui metode sensus, registrasi, dan survei penduduk.
            Masalah penduduk sebenarnya sangat kompleks, banyak sekali aspek yang mencakup  didalamnya, diantara aspek pangan, pemukiman, sandang, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Lalu, apa saja konsekuensi yang mesti diterima oleh negara–negara yang sedang berkembang dengan laju pertumbuhan penduduk yang demikian cepat itu?
Diantara beberapa konsekuensi tersebut, ada tiga hal yang perlu dicatat yaitu :
1.             Jumlah angkatan kerja bertambah dengan cepat siiring dengan cepatnya laju pertumbuhan penduduk.
2.             Rendahnya kemampuan negara-negara yang sedang berkembang untuk menciptakan kesempatan kerja tambahan.
3.             Semakin menurunya daya dukung lingkungan terhadap kualitas kehidupan.

Masalah–masalah lanjutan yang muncul kemudian adalah angka pengangguran semakin meningkat, urbanisasi, migrasi makin menjadi–jadi, dan last but not least, angka kejahatan dengan berbagai bentuk juga meningkat.
Masalah kependudukan yang dihadapi NSB (Negara Sedang Berkembang) dewasa ini lebih rumit daripada masa sebelum perang dunia kedua. Tingkat pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi secara langsung telah menimbulkan masalah bagi NSB dalam upaya mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, Tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin cepat di NSB menyebabkan proporsi penduduk yang belum dewasa menjadi bertambah tinggi dan jumlah anggota keluarga bertambah besar.

B.     Perumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini, masalah yang dirumuskan dititikberatkan pada beberapa hal, yaitu :
1.         Bagaimana dengan perkembangan kependudukan di Indonesia?
2.         Bagaimana dengan penyebaran kependudukan di Indonesia?
3.         Bagaimana dengan laju pertumbuhan kependudukan di Indonesia ?
4.         Bagaimana dengan sensus kependudukan di Indonesia ?
5.         Bagaimana dengan ketenagakerjaan Indonesia?

C.     Maksud dan Tujuan
Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan nilai mata kuliah Perekonomian Indonesia. Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.         Mengetahui perkembangan kependudukan di Indonesia.
2.         Mengetahui penyebaran kependudukan di Indonesia.
3.         Mengetahui laju pertumbuhan kependudukan di Indonesia.
4.         Mengetahui sensus kependudukan di Indonesia.
5.         Mengetahui ketenagakerjaan Indonesia.

D.    Metode Penyusunan Masalah
               Dalam penyusunan makalah ini, penyusun menggunakan metode studi pustaka dengan menggunakan beberapa sumber referensi yang berkaitan dengan masalah yang kami bahas dan dengan menggunakan study literatur baik dari buku, website, artikel dan sumber lain yang mendukung.

E.     Sistematika Penulisan
Makalah ini ditulis dengan sistematika penulisan sebagai berikut :




HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B.  Perumusan Masalah
C.  Maksud dan Tujuan
D. Metode Penyusunan Makalah
E.  Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A. Perkembangan Kependudukan
B.  Penyebaran Kependudukan
C.  Laju Pertumbuhan Penduduk
D. Sensus Kependudukan
E.  Ketenagakerjaan Indonesia
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
DAFTAR PUSTAKA



BAB II

A.           Perkembangan Kependudukan
            Perkembangan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Migrasi itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal kurang ada fasilitas yang memadai.
                        Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada perubahan populasi pada periode waktu unit, sering diartikan sebagai prensesntase jumlah individu dalam populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan dalam rumus : P = Poekt . cara yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukan nilai. Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai presentase populasi ketika dimulainya periode.
            Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan, tiga alasan mengapa pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menghambat pembangunan. Meningkatkan konsumsi saat ini dan investasi yang dibutuhkan untuk membuat konsumsi dimasa yang akan datang. Rendahnya sumber daya perkapita akan menyebabkan penduduk tumbuh lebih cepat yang pada gilirannya membuat investasi dalam kualitas manusia semakin sulit. Fakta menunjukkan aspek kunci dalam pembangunan adalah penduduk yang semakin terampil dan berpendidikan. Di banyak negara dimana penduduknya masih amat bergantung dengan sektor pertanian, pertumbuhan penduduk mengancam keseimbangan sumberdaya alam karena pertumbuhan penduduk memperlambat perpindahan penduduk dari struktur pertanian modern dan pekerja modern lainnya. Pertumbuhan penduduk yang cepat membuat semakin sulit melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan perubahan ekonomi dan sosial. Secara nasional, laju pertumbuhan penduduk relatif masih cepat walaupun ada kecenderungan menurun.
            Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang berkaitan dengan Lingkungan hidup. Penduduk tidak akan jauh dengan masalah kesehatan atau penyakit yang melanda penduduk tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang terawat ataupun pemukiman yang kumuh, seperti limbah pabrik, selokan yang tidak terawat yang menyebabkan segala penyakit akan melanda para penghuni wilayah tersebut yang mengakibatkan kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk. Untuk menjamin kesehatan bagi semua orang di lingkunan yang sehat, perlu jauh lebih banyak daripada hanya penggunaan teknologi medikal, atau usaha sendiri dalam semua sektor kesehatan.
            Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan Jumlah penduduk disuatu wilayah saat ini sangat mencemaskan selain bertambahnya jumlah penduduk maka semakin sempit pula bagi mereka yang untuk mendapatkan lapangan pekerjaan ataupun untuk mencari mata pencarian mereka untuk menjalani kebutuhan hidup, karena dapat menimbulkan angka kelaparan di bangsa ini akan bertambah yang disebabkan masalah tadi seperti sulitnya untuk berusaha mendapatkan kerja untuk mencukupi kebutuhan hidup karena semakin padatnya penduduk maka semakin sempit pula peluang mereka untuk mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan. Maka dari itu semoga pemerintah bisa lebih tegas lagi untuk menjalankan program tersebut di antaranya mencegah orang untuk bermigrasi, karena dengan migrasi banyak orang yang menganggur dan menyusahkan pemerintah untuk menyensus selain itu para migrasi yang tidak bekerja hanya menjadi pengemis jalanan yang menyebabkan kepadatan penduduk yang sia – sia dan menyebabkan banyak orang yang kelaparan yang bisa mengakibatkan kematian.
            Negara Indonesia merupakan negara yang besar dan beraneka ragam etnis serta budaya. Kemajuan negara sesungguhnya tergantung kepada tingkat pendidikan di Negara tersebut, kualitas serta mutu pendidikan yang tingi dapat menjadi jaminan untuk kemajuan dan kesejahteraan negara. Di tengah pertambahan jumlah penduduk yang semakin tidak terkontrol membuat peningkatan kualitas di dunia pendidikan merupakan pilihan yang harus dikedepankan. Perombakan sistem ketransmigrasian juga akan mendukung pemerataan penduduk. Jadi, peningkatan kualitas Pendidikan dan keefektifan pola transmigrasi dapat memperbaiki kuterpurukan dalam mengurus kepadatan penduduk yang semakin hari kian membludak.
            Pertumbuhan penduduk dipengaruhi Tingkat pendidikan, Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup, Kelaparan, Kemiskinan dan Keterbelakangan. Maka kita harus bisa memperbaiki semua masalah itu, dan mulai mencari jalan keluar yang terbaik agar semua permasalahan dinegara kita bisa terselesaikan. Dan massyarakatnya pun bisa hidup dengan sejahtera, karena tidak dipungkiri bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam. Jadi tidak masuk akal.
            Yang mendasari perkembangan penduduk di Indonesia adalah banyaknya massyarakat yang menikahkan anaknya yang masih muda. Dan gagalnya program keluarga berencana yang di usung oleh pemerintah untuk menekan jumlah penduduk. Karena faktor–faktor tersebut tidak berjalan dengan semestinya, maka penduduk Indonesia tidak terkendali dalam perkembangannya. Seharusnya dengan dua orang anak cukup, maka ini lebih dari dua orang dalam setiap suami istri. Karena perkembangan penduduk yang sangat tidak terkendali, maka banyak terjadinya kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, gelandangan, anak jalanan, dan sebagainya. Dan masalah permukiman yang tidak efisien lagi. Banyaknya rumah yang lingkungannya kumuh dapat menyebabkan berbagaimacam penyakit. Oleh sebab itu, 50% penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan.
                        Ketika pertumbuhan pendududk dapat melewati kapasitas muat suatu masalah atau lingkunganhasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. Gangguan dalam populasi manusia dapat menyebabkan maslaha seperti polusi dan kemacetan lalu lintas, meskipundapat ditutup peubahan teknologi dan ekonomi. Wilayah tersebut dapat dianggap “kurang penduduk” bila populasi tidak cukup besar untuk mengelola sebuah sistem ekonomi. Saat ini percepatan pertumbuhan penduduk mencapai 1.3 % per tahun. Ini sudah mencapai titik yang membahayakan dan harus segera ditekan dengan penggalakan program Keluarga Berencana (KB). Jika mengatasi upaya laju pertumbuhan penduduk ini tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, maka mustahil sasaran perbaikan kesejahteraan rakyat dapat tercapai. Oleh karena itu kita memerlukan terobosan-terobosan baru untuk menegndalikan pertumbuhan penduduk melalui program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah, seperti KB.
B.            Penyebaran Kependudukan
               Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Penyebaran kependuduk di suatu wilayah dipengaruhi oleh tiga komponen yaitu:
1.      Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyatadari seorang wanita atau sekelompok wanita
2.      Mortalitas atau kematian adalah peristiwa menghilangnya semua tanda-tandakehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup.
3.      Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap di suatutempat ke tempat lain melampui batas politik/negara ataupun batas administratifatau
               Meskipun masalah kependudukan telah lama diperbincangkan di kalangan masyarakat, namun baru di sekitar abad ke–18 banyak diantaranya yang mulai menganalisis masalah kependudukan secara sitematis. Meskipun banyak para ahli yang menulis tentang masalah kependudukan di dunia, akan tetapi diantara tokoh-tokoh yang dianggap pakar ilmu kependudukan klasik adalah Thomas Malthus dan Karl Marx, sedangkan untuk generasi berikutnya yang paling menonjol adalah Warren Thompson dengan teori demografi transisinya. Di Indonesia sendiri dalam penyebaran kependudukannya kurang merata yang mengakibatkan terjadinya kepadatan, kepadatan ini bisa dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
1.         Kepadatan penduduk aritmatik sangat mudah dalam perhitungannya. Data kepadatan penduduk aritmatik sangat bermanfaat. Contohnya adalah dengan diketahui tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah, maka dapat digunakan untuk perencanaan penyediaan fasilitas sosial. Jika pada suatu daerah memiliki kepadatan penduduk aritmatik yang rendah, maka penyediaan fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dapat digabung dengan daerah yang berdekatan.
2.        

Peta Persebaran Penduduk Indonesia
 
Kepadatan penduduk Indonesia antara pulau yang satu dan pulau yang lain tidak seimbang. Selain itu, kepadatan penduduk antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lain juga tidak seimbang. Hal ini disebabkan karena persebaran penduduk tidak merata. Sebagian besar penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa dan Madura. Padahal, luas wilayah pulau Jawa dan Madura hanya sebagian kecil dari luas wilayah negara Indonesia. Akibatnya, pulau Jawa dan Madura memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sedangkan di daerah-daerah lain tingkat penduduknya rendah. Provinsi yang paling padat penduduknya adalah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Kepadatan penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya. Daya dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau lain, sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa dapat mendukung kehidupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra. Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya. Apabila kemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan terlampau, dapat berakibat pada terjadinya tekanan=tekanan penduduk. Jadi, meskipun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat batas kemampuan wilayah ter sebut dalam mendukung kehidupan






Kepadatan_2010.JPG



Gambar .1
 
 








Adapun faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya persebaran penduduk :
1.      Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
2.      Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal
3.      Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
4.      Sumber air
5.      Perhubangan atau transportasi


C.           Laju Pertumbuhan Penduduk
               Nampaknya sukar untuk mengetahui secara tepat kapan munculnya makhluk yang disebut homo sapiens (manusia) di dunia ini. para ahli memperkirakan pada sekitar 35.0000 tahun yang lalu. Waktunya mungkin tidak dipermasalahkan akan tetapi yang lebih jelas angka pertambahan pendudukannya sangat lambat. Untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk didunia. Perhatikan tabel dibawah ini.
Tahun
Jumlah Penduduk
Keterangan
1 (Sesudah Masehi)
250 juta
Membutuhkan waktu 35.000 tahun untuk mencapai jumlah penduduk 250 juta orang
1650
500 juta
Jadi diperlukan waktu sekitar 1650 tahun menjadikan penduduk dunia dua kali lipat
1850
1 milyar
Masih diperlukan waktu sekitar 200 tahun untuk menjadikan penduduk dua kali lipat dari jumlah sebelumnya.
1930
2 milyar
Hanya diperlukan waktu kurang dari 100 tahun untuk menjadi penduduk dunia dua kali lipat sebelumnya
1976
4.845 milyar
Dalam tempo hanya 9 tahun saja pertambahan penduduknya mencapai 845 juta.
2000
8 milyar
Masih prediksi para ahli kependudukan.

Tabel .1
 
              
               Dari tabel diatas dapat disimpulkan istilah population explotion yang menggambarkan betapa hebatnya angka pertumbuhan penduduk dunia dewasa ini sehingga seperti ledakan bom yang dahsyat.
               Laju pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2000-2010 sebesar 1,48 persen pertahun. Artinya bahwa setiap tahunnya antara tahun 2000 sampai 2010 jumlah penduduk Indoneisa bertambah sebesar 1,48 persennya. Dengan jumlah penduduk sebesar 237,6 juta jiwa tersebut, membuat Indonesia tetap bercokol sebagai negara berpenduduk terbanyak setelah RRC, India dan Amerika Serikat.
               Semakin banyak pertumbuhan penduduk di Indonesia namun tak sejalan dengan pertumbuhan pembangunan di Indonesia sendiri. Sehingga menambah tingkat kemiskinan di Indonesia. Seharusnya pemerintah menyeimbangi tingkat pertumbuhan penduduknya dengan pertumbuhan pembangunan itu sendiri. Sehingga tingkat kemiskinan di Indonesia paling tidak sedikit dapat teratasi.
               Semoga pemerintah kita dapat semakin konsen untuk memikirkan nasib penduduk nya khususnya warga miskin, yang segala pelayanan kesehatan atau umum lainnya dapat dirasakan seluruh penduduk di Negara Indonesia ini.







Tingkat Lanjut Pertumbuhan Massyarakat di Indonesia
 


 













D.           Sensus Kependudukan
               Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penyebarluasan data kependudukan. Jumlah penduduk ditentukan oleh :
1.        Angka kelahiran
        Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas) .
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro-natalitas) antara lain :
a.         Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keuarga akan malu.
b.         Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
c.         Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
d.        Anak menjadi kebanggan bagi orang tua.
e.         Anngapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
        Faktor pro-natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar. Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti-natalitas), antara lain :
a.       Adanya program Keluarga Berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
b.      Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal 19 tahun.
c.       Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
d.      Adanya pembatasan tunjangan untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke-2.
e.       Penundaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
2.        Angka kematian
        Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Banyaknya angka kematian sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung kematian (pro-mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti-mortalitas).
a.         Faktor pendukung kematian ( pro-mortalitas )
                        Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah :
®      Sarana kesehatan yang kurang memadai
®      Rendahnya kesadaran massyarakat terhadap kesehatan
®      Terjadinya berbagai bencana alam
®      Terjadinya peperangan
®      Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
®      Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.

b.         Faktor penghambat kematian ( anti-mortalitas )
                        Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah :
®    Lingkungan hidup sehat
®    Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap
®    Ajaran agam melarang bunuh diri dan membunuh orang lain
®    Tingkat kesehatan massyarakat tinggi
®    Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk

3.        Perpindahan penduduk
        Migrasi ada dua, migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi masuk ( imigrasi ), dan yang dapat mengurangi jumlah penduduk disebut migrasi keluar (emigrasi).

               Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa atau bertambah 32,5 juta jiwa sejak tahun 2000. Artinya, setiap tahun selama periode 1990-2000, jumlah penduduk bertambah 3,25 juta jiwa. Jika di alokasikan ke setiap bulan maka setiap bulannya penduduk Indonesia bertambah sebanyak 270.833 jiwa atau sebesar 0,27 juta jiwa.
               Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dengan laju pertumbuhan yang tinggi pula. Jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1971-2010 serta pertumbuhannya  adalah sebagai berikut


Tabel jumlah penduduk Indonesia
 
 
Provinsi
Penduduk
1971
1980
1990
1995
2000
2010*)
Aceh
2.008.595
2.611.271
3.416.156
3.847.583
3.930.905
4.494.410
Sumatera Utara
6.621.831
8.360.894
10.256.027
11.114.667
11.649.655
12.982.204
Sumatera Barat
2.793.196
3.406.816
4.000.207
4.323.170
4.248.931
4.846.909
R i a u
1.641.545
2.168.535
3.303.976
3.900.534
4.957.627
5.538.367
J a m b i
1.006.084
1.445.994
2.020.568
2.369.959
2.413.846
3.092.265
Sumatera Selatan
3.440.573
4.629.801
6.313.074
7.207.545
6.899.675
7.450.394
B e n g k u l u
519.316
768.064
1.179.122
1.409.117
1.567.432
1.715.518
L a m p u n g
2.777.008
4.624.785
6.017.573
6.657.759
6.741.439
7.608.405
Kep. Bangka Belitung
-
-
-
-
900.197
1.223.296
Kepulauan Riau
-
-
-
-
-
1.679.163
DKI Jakarta
4.579.303
6.503.449
8.259.266
9.112.652
8.389.443
9.607.787
Jawa Barat
21.623.529
27453525
35.384.352
39.206.787
35.729.537
43.053.732
Jawa Tengah
21.877.136
25372889
28.520.643
29.653.266
31.228.940
32.382.657
DI Yogyakarta
2.489.360
2.750.813
2.913.054
2.916.779
3.122.268
3.457.491
Jawa Timur
25.516.999
29188852
32.503.991
33.844.002
34.783.640
37.476.757
Banten
-
-
-
-
8.098.780
10.632.166
B a l i
2.120.322
2.469.930
2.777.811
2.895.649
3.151.162
3.890.757
Nusa Tenggara Barat
2.203.465
2.724.664
3.369.649
3.645.713
4.009.261
4.500.212
Nusa Tenggara Timur
2.295.287
2.737.166
3.268.644
3.577.472
3.952.279
4.683.827
Kalimantan Barat
2.019.936
2.486.068
3.229.153
3.635.730
4.034.198
4.395.983
Kalimantan Tengah
701.936
954.353
1.396.486
1.627.453
1.857.000
2.212.089
Kalimantan Selatan
1.699.105
2.064.649
2.597.572
2.893.477
2.985.240
3.626.616
Kalimantan Timur
733.797
1.218.016
1.876.663
2.314.183
2.455.120
3.553.143
Sulawesi Utara
1.718.543
2.115.384
2.478.119
2.649.093
2.012.098
2.270.596
Sulawesi Tengah
913.662
1.289.635
1.711.327
1.938.071
2.218.435
2.635.009
Sulawesi Selatan
5.180.576
6.062.212
6.981.646
7.558.368
8.059.627
8.034.776
Sulawesi Tenggara
714120
942.302
1.349.619
1.586.917
1.821.284
2.232.586
Gorontalo
-
-
-
-
835.044
1.040.164
Sulawesi Barat
-
-
-
-
-
1.158.651
M a l u k u
1.089.565
1.411.006
1.857.790
2.086.516
1.205.539
1.533.506
Maluku Utara
-
-
-
-
785.059
1.038.087
Papua Barat
-
-
-
-
-
760.422
Papua
923440
1.173.875
1.648.708
1.942.627
2.220.934
2.833.381
INDONESIA
119.208.229
147.490.298
179.378.946
194.754.808
206.264.595
237.641.326

Tabel .2
 









Distribusi penduduk Indonesia dalam presentase
 


Pulau
Presentase
Pulau Sumatra
21 %
Pulau Sulawesi
7 %
Pulau Kalimantan
6 %
Pulau Jawa
58 %
Papua dan Maluku
3 %
Bali dan Nusa Tenggara
6 %

Tabel 3
 


E.            Ketenagakerjaan Indonesia
               Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun unTeks miringtuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja. Di Indonesia ketenagakerjaan di bagi menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan :

1.        Berdasarkan Penduduknya
a.         Tenaga Kerja
                        Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja, mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga kerja yaitu mereka yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun.

b.         Bukan Tenaga Kerja
                        Bukan tenaga kerja adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak mau bekerja, meskipun ada permintaan bekerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003, mereka adalah penduduk di luar usia, yaitu mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan berusia di atas 64 tahun. Contoh kelompok ini adalah para pensiunan, para lansia (lanjut usia) dan anak-anak.

2.        Berdasarkan Batas Kerja
a.         Angaktan Kerja
                        Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan.
b.         Bukan Angkatan Kerja
                        Bukan angkatan kerja adalah mereka yang berumur 10 tahun ke atas yang kegiatannya hanya bersekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Contoh kelompok ini adalah: anak sekolah dan mahasiswa, para ibu rumah tangga, orang cacat, dan para pengangguran sukarela.

3.        Berdasarkan Kualitasnya
a.         Tenaga Kerja Terdidik
                        Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau pendidikan formal dan nonformal. Contohnya: pengacara, dokter, guru, dan lain-lain.
b.         Tenaga Kerja Terampil
                        Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerjayang memiliki keahlian dalam bidang tertentudengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya: apoteker, ahli bedah, mekanik, dan lain-lain.
c.         Tenaga Kerja tidak Terdidik
                        Tenaga kerja tidak terdidik adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh: kuli, buruh angkut, pembantu rumah tangga, dan sebagainya.

               Di Indonesia pun terdapat permasalahan yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, berikut ini beberapa permasalahan ketenagakerjaan Indonesia :
1.        Rendahnya kualitas tenaga kerja
        Kualitas tenaga kerja dalam suatu negara dapat ditentukan denganmelihat tingkat pendidikan negara tersebut. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia, tingkat pendidikannya masih rendah. Hal ini menyebabkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rendah. Minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadaprendahnya kualitas hasil produksi barang dan jasa.
2.        Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja
        Meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi oleh perluasan lapangan kerja akan membawa beban tersendiri bagi perekonomian. Angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja akan menyebabkan pengangguran. Padahal harapan pemerintah, semakin banyaknya jumlah angkatan kerja bisa menjadi pendorong pembangunan ekonomi.
3.        Persebaran tenaga kerja yang tidak merata
        Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa. Sementara di daerah lain masih kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.Dengan demikian di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran, sementara di daerah lain masih banyak sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal.
4.        Pengangguran
        Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia banyak mengakibatkan industri di Indonesia mengalami gulung tikar. Akibatnya, banyak pula tenaga kerja yang berhenti bekerja. Selain itu, banyaknya perusahaan yang gulung tikar mengakibatkan semakin sempitnya lapangan kerja yang ada. Di sisi lain jumlah angkatan kerja terus meningkat. Dengan demikian pengangguran akan semakin banyak.


               Di bawah ini ada beberapa grafik yang menujukan perkembangan kondisi ketenagakerjaan dan penganguran yang berhubungan dengan ketenagakerjaan Indonesia















Gambar 3
 






Gambar 4
 

BAB III



A.           Kesimpulan
               Perkembangan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Migrasi itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal kurang ada fasilitas yang memadai. Dan masalah perkembangan penduduk sangat pesat dinegara berkembang disebabkan noleh penurunan tingkat kematian dengan tidak diikuti oleh penurunan angka kelahiran dan kematian, dan perpindahan penduduk dari negara lain secara alamiah.




DAFTAR PUSTAKA

http://www.slideshare.net/hannitaandriani/perkembangan-penduduk-indonesia-10441186
http://kepadatan2000av.blogspot.com/

Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000 dan Sensus Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995


Senin, 02 Januari 2012

Pengantar Bisnis - Fa. Maju Mundur

SOAL !!
Anggota Investasi Kekayaan Pribadi
Fa. Maju Mundur
A Rp. 800.000,- Rp. 400.000,-
B Rp. 600.000,- Rp. 300.000,-
C Rp. 400.000,- Rp. 200.000,-
D Rp. 200.000,- Rp. 100.000,-

1.Berdasarkan data diatas. Ditetapkan jika perusahaan memperoleh keuntungan akan dibagikan kepada masing-masing investor setelah dikurangi 50% sebagai Laba Yang Ditahan. Apabila dibulan pertama beroperasi Fa. Maju Mundur memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp. 1.000.000.-. Berapa keuntungan yang diperoleh masing-masing anggota (A, B, C, D)?

2.Berdasarkan data diatas. Apabila dibulan kedua terdapat kewajiban/utang kepada Bank DIO sebesar Rp. 2.000.000.-. Berapa besar kewajiban yang dibebankan atas harta kekayaan milik pribadi masing-masing anggota (A, B, C, D)?

Jawab : 

1. Perusahaan mendapatkan Laba bersih sebesar Rp 1.000.000, sedangkan laba yang ditahan sebesar 50% . Jadi keuntungan semua investor yang didapat sebesar Rp 500.000
Cara untuk penghitungan pembagian keuntungan setiap Investor ( A, B, C, D ) :
( Modal Investor : Jumlah Semua Modal ) × Keuntungan yang di dapat Investor
Sedangkan keuntungan masing-masing anggota tersebut :

    Investor  A  ( 800.000 : 2.000.000 ) × 500.000 = Rp 200.000
    Investor  B  ( 600.000 : 2.000.000 ) × 500.000 = Rp 150.000
    Investor  C  ( 400.000 : 2.000.000 ) × 500.000 = Rp 100.000
    Investor  D  ( 200.000 : 2.000.000 ) × 500.000 = Rp 50.000


Lalu masing-masing keuntungan Anggota ( A, B, C, D ) di tambahkan.

Jadi, keuntungan masing-masing Investor sebesar :          A = Rp 200.000
                                                                                        B = Rp 150.000
                                                                                       C = Rp 100.000
                                                                                      D = Rp   50.000
                                                                                                                     +        

Dan, Keuntungan Semua Investor yang di dapat sebesar     Rp 500.000



 
2. Besarnya kewajiban yang dibebankan atas harta kekayaan milik pribadi masing-masing anggota tersebut, maka perhitungannya :
Cara untuk perhitungan Beban yang ditanggung setiap anggota :
( Modal Investor :  Jumlah Semua Modal ) × Beban/Kewajiban yang ditanggung
Sedangkan besar beban dari masing-masing anggota adalah :

    Investor  A  ( 800.000 : 2.000.000 ) ×  2.000.000 = Rp 800.000
    Investor  B  ( 600.000 : 2.000.000 ) ×  2.000.000 = Rp 600.000
    Investor  C  ( 400.000 : 2.000.000 ) ×  2.000.000 = Rp 400.000
    Investor  D  ( 200.000 : 2.000.000 ) ×  2.000.000 = Rp 200.000

Kamis, 29 Desember 2011

TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN

   Nama Anggota                                                NPM
Ratu Anggun Pertiwi                                        25211908
Hendri Sugiyatna                                             28211681
Yogi Widiawan                                                 27211540


VIDEO MOTIVASI



HIDUP ADALAH SEBUAH PILIHAN
Untuk mencapai Puncak kita harus berani mengambil keputusan dengan Resiko sepelik apapun.
Dengan kita mengambil keputusan tersebut, kita dapat mengambil sebuah pelajaran untuk mencapai tujuan Selanjutnya yang mungkin bahkan lebih berat, dan itu yang akan menjadi batu loncatan kita dalam mengambil keputusan selanjutnya .

Sabtu, 19 November 2011

PEMASARAN

1.  PENGERTIAN PASAR DAN PEMASARAN

     Pengertian Pasar

Pengertian secara sempit
Pasar adalah suatu tempat pertemuan penjual dan pembeli untuk melakukan transasksi jual beli dan jasa.  

 Pengertian secara luas
Pasar adalah tempat bertemunya penjual yang mempunyai kemampuan untuk menjual barang/jasa dan pembeli yang melakukan uang untuk membli barang dengan harga tertentu.
 
   Pengertian Pemasaran
Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :
      a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
      b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain
c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
      d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.







2.  Jenis-Jenis Pasar

Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya.
1.      Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Penjabaran berikut ini:
  • Pasar Nyata ( Pasar Konkret ) :
Merupakan pasar yang menunjukkan suatu tempat terjadinya hubungan secar langsung (tatap muka) antara pembeli dan penjual. Barang yang diperjualbelikan pun berada di tempat tersebut. Misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan.

  • Pasar Tidak Nyata ( Abstrak ) :
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara transaksinya.

2.      Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern :
  • Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
  • Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.

3.      Berdasarkan Waktu Terjadinya

Menurut waktu terjadinya pasar dibedakan menjadi pasar harian, pasar mingguan, pasar bulanan, pasar tahunan, dan pasar temporer.
a. Pasar Harian  merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya pasar pagi, toserba, dan warung-warung
b. Pasar mingguan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali. Misalnya pasar senin atau pasar minggu yang ada di daerah pedesaan
c. Pasar bulanan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali. Dalam aktivitasnya bisa satu hari atau lebih. Misalnya, pasar yang biasa terjadi di depan kantor-kantor tempat pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap awal bulan.
d. Pasar tahunan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun sekali. Kejadian pasar ini biasanya lebih dari satu hari, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya Pekan Raya Jakarta, pasar malam, dan pameran pembangunan.
e. Pasar temporer merupakan pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu (tidak rutin) pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah, bazar, dan pasar karena ada perayaan kemerdekaan RI.

4.       Berdasarkan Luas Jangkauannya

Menurut luas jangkauannya pasar dibedakan menjadi pasar lokal, pasar nasional, dan pasar internasional.
a. Pasar lokal merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah tertentu saja.
b. Pasar nasional merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam suatu negara. Misalnya, pasar kayu putih di Ambon dan pasar tembakau di Deli.
c. Pasar internasional penjual dan pembeli dari berbagai negara. Misalnya pasar tembakau di Bremen Jerman.

5.      Berdasarkan Hubungannya Dengan Proses Produksi

Menurut hubungannya dengan proses produksi pasar dibedakan menjadi pasar output dan pasar input.
a. Pasar output (pasar produk) merupakan pasar yang memperjualbelikan barang-barang hasil produksi (biasanya dalam bentuk jadi).
b. Pasar input (pasar faktor produksi) merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi (sumber daya alam, berupa bahan tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja, dan barang modal).

6.       Berdasarkan Strukturnya (Jumlah Penjual Dan Pembeli)

Berdasarkan strukturnya, pasar dibedakan menjadi sebagai berikut:
A. Pasar persaingan sempurna merupakan ebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogeny,terdapat kebebasan keluar masuk pasar baik bagi pembeli maupun penjual,ada mobilitas barang sehingga pembeli dapat memperoleh barang dalam  jumlah apapun  dan penjual dengan pembeli memahami keadaan pasar.
B. Pasar persaingan tidak sempurna, yang terdiri atas:
 1) Pasar monopoli = penjual hanya satu pihak
2) Pasar duopoly = terdapat dua pihak penjual
3) Pasar oligopoli = terdapat beberapa penjual
4) Pasar monopolistis = terdapat banyak penjual dalam suatu jenis tertentu,tetapi tiap penjual  
 mempunyai cirri barang yang berbeda sehingga dengan perbedaan ini penjual dapat menentukan harga sendiri.
5) Pasar monopsoni = terdapat seorang pembeli saja
6) Pasar duopsoni = terdapat dua pihak pembeli
7) Pasar oligopsoni = terdapat beberapa pihak pembeli



3.  Konsep Pemasaran
Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar :
Konsep inti pemasaran meliputi:
Kebutuhan (needs)
Kebutuhan manusia  (human needs) adalah ketidakberadaan beberapa pemuas dasar. Manusia membutuhkan makanan, pakaian, tempat berlindung, keamanan, hak milik dan harga diri. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar. Mereka merupakan hakikat biologis dan kondisi manusia.
Sebagai pelaku usaha harus jeli dalam membidik kebutuhan manusia pada saat sekarang ini. Mungkin bisa saya contohkan untuk saat sekarang yang sedang berkembang pesat adalah teknologi mobile dan informasi. Dua kebutuhan yang terkait dengan hal tersebut ialah PULSA dan INTERNET CONNECTION. Perusahaan yang pandai melihat pasar sebagai kebutuhan pokok tersebut akan sukses dalam berusaha. Karena manusia sekarang sudah dapat dikatakan dengan “Ketergantungan Pulsa dan Internet”.

Keinginan (wants)
Keinginan (wants) adalah hasrat akan pemuas kebutuhan yang spesifik.Orang daerah perkotaan membutuhkan makanan dan menginginkan hamburger, kentang goreng, dan minuman berkarbonisasi. Dalam masyarakat lain kebutuhan ini mungkin dipenuhi dengan cara lain. Seorang yang lapar di daerah pedesaan mungkin menginginkan nasi, buah-buahan, dan kacang. Meskipun kebutuhan manusia sedikit, keinginan mereka banyak. Keinginan manusia terus dibentuk dan diperbaharui sejalan dengan perkembangan jaman.
Bagi kalangan pengusaha yang ingin membidik pasar dari segi keinginan manusia ini harus benar-benar sekreatif mungkin sehingga manusia (baca: konsumen) tertarik.

Permintaan (demands)
Permintaan (demands) adalah keinginan akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Keinginan jadi permintaan jika didukung oleh daya beli. Banyak orang yang menginginkan mobil mewah, namun hanya sedikit yang mampu dan bersedia untuk membeli. Karena itu perusahaan harus mengukur tidak hanya berapa banyak orang yang menginginkan produk mereka tetapi yang lebih penting berapa banyak orang yang benar-benar bersedia dan mampu membelinya.

Produk
Manusia dalam memuaskan kebutuhan dan keinginannya dengan menggunakan produk. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memuaskan suatu kebutuhan dan keinginan. Produk atau penawaran dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu barang, jasa, dan gagasan. Sebagai contoh adalah sebuah restoran siap saji menyediakan barang (hamburger, kentang goreng, dan minuman ringan), jasa (pembelian, jasa memasak, dan menyediakan tempat duduk), dan gagasan (menghemat waktu konsumen).
Point satu sampai tiga menjadi dasar Anda untuk menentukan produk yang ingin dipasarkan. Gunakan bidikan yang tepat dan perencanaan yang matang untuk menentukan produk Anda (Barang, Jasa atau Gagasan) agar menang dalam persaingan didalam dunia pemasaran.
Perusahaan manufaktur sering membuat kesalahan dengan lebih memperhatikan produk fisik daripada jasa yang diberikan produk tersebut.Mereka merasa menjual produk daripada memberikan pemecahan atas suatu kebutuhan.

Nilai, Biaya dan Kepuasan
Bagaimana seseorang memilih di antara banyak produk yang dapat memuaskan kebutuhannya?
Bagaimanapun juga seseorang harus memutuskan produk mana yang akan memberikan kepuasan total yang terbesar.
Konsep yang dapat membantu memecahkan masalah ini adalah nilai dan kepuasan. Nilai (value) adalah perkiraan konsumen atas seluruh kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhannya. Misalkan seseorang tertarik pada kecepatan dan kemudahan berangkat ke tempat kerja. Jika ditawarkan semua produk tersebut di atas tanpa biaya, ia akan memilih mobil.
Namun, karena tiap produk memiliki biaya  (cost), ia tidak akan memilih mobil yang biayanya jauh lebih besar daripada sepeda atau taksi. Ia harus mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan mobil. Karena itu ia akan mempertimbangkan nilai dan harga produk sebelum menetapkan pilihan. Ia akan memilih produk yang menghasilkan lebih banyak nilai per rupiah. Menurut DeRose, nilai adalah”pemenuhan tuntutan pelanggan dengan biaya perolehan, pemilikan, dan penggunaan terendah”.

Pertukaran dan Transaksi
Pertukaran adalah tindakan memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Terdapat beberapa kondisi agar pertukaran dapat terjadi, yaitu terdapat sedikitnya dua pihak, tiap pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga bagi pihak lain, tiap pihak mampu berkomunikasi dan melakukan penyerahan, tiap pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran.Dan yang terakhir, tiap pihak yakin bahwa berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat.
Transaksi adalah perdagangan nilai-nilai antara dua pihak atau lebih. Terdapat beberapa kondisi dalam transaksi, yaitu sekurang-kurangnya dua benda yang bernilai, persyaratan yang disetujui,waktu persetujuan, dan tempat persetujuan. Biasanya sistem hukum dipakai untuk memperkuat dan memaksa agar pihak yang bertransaksi menaatinya. Tanpa ada hukum perjanjian, orang-orang akan memandangtransaksi dengan kecurigaan dan semua pihak akan rugi.

Hubungan dan Jaringan
Pemasaran transaksi adalah bagian dari gagasan yang lebih besar yang dinamakan pemasaran hubungan. Pemasaran hubungan adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak kunci pelanggan, pemasok, penyalur guna mempertahankan preferensi dan bisnis jangka panjang. Pemasar yang cerdik  berusaha  membangun hubungan jangka panjang yang saling mempercayai dan saling menguntungkan dengan pelanggan,
Pemasaran hubungan menghasilkan ikatan ekonomi, teknik, dan sosial yang kuat diantara pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam kejadian yang paling berhasil, transaksi berubah dari negosiasi yang dilakukan setiap saat menjadi kegiatan rutinitas.
Hasil pemasaran hubungan yang utama adalah pengembangan asset unik perusahaan yang disebut jaringan pemasaran. Jaringan pemasaran terdiri dari perusahaan dan semua pihak pendukung yang berkepentingan, yaitu pelanggan, pekerja, pemasok, penyalur, pengecer, agen iklan, ilmuwan, dan pihak lain yang bersama-sama dengan perusahaan telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.

Pasar
Konsep pertukaran mengarah pada konsep pasar. Pasar adalah semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu. Ukuran pasar tergantungpada jumlah orang yang menunjukkan kebutuhan dan keinginan, memiliki sumber daya yang menarik pihak lain, serta bersedia dan mampu menawarkan sumber daya ini untuk ditukar dengan apa yang mereka diinginkan.

Pemasar dan Prospek
Jika satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, dinamakan pihak pertama sebagai pemasar dan pihak kedua sebagai pembeli. Pemasar adalah seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran nilai. Calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasi oleh pemasar sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran nilai.

4.  Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.
Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.


Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan( yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir ) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif.  Di dalam fungsi manajemen pemasaran ada kegiatan menganalisis yaitu analisis yang dilakukan untuk mengetahui pasar dan lingkungan pemasarannya, sehingga dapat diperoleh seberapa besar peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang harus dihadapi.
Add caption
                          Gambar 1. Fungsi Manajemen Pemasaran (Kottler, 2000)

Penjelasan fungsi pemasaran yang merupakan kegiatan terpadu dan saling mendukung, antara lain :
a. Perencanaan pemasaran
   Penentuan segala sesuatu sebelum dilakukan kegiatan-kegiatan pemasaran
   meliputi : tujuan, strategi, kebijaksanaan serta taktik yang dijalankan.
    Tujuan :
-       Meniadakan ketidakpastian masa datang bila ada perubahan- perubahan karena situasi dan kondisi perusahaan maupun diluar perusahaan maupun diluar perusahaan tidak menentu.
-       Karena tujuan organisasi sudah difokuskan maka dengan perencanaan akan menghindari adanya penyimpangan tujuan.
-       Reancana walaupun mahal tetapi ekonomis karena segala kegiatan telah terfokuskan dengan segala biaya- biayanya.
Rencana pemasaran terinci diperlukan untuk setiap bisnis, produk atau merk.

Sebagai syarat minimal perencanaan harus berisi bagian-bagian sebagai berikut :

                 BAGIAN                                                         TUJUAN
1. Ringkasan bagi ekskutif :                      Menyajikan pandangan singkat atas
                                                rencana yang diusulkan agar dapat ditinjau      dengan cepat oleh manajemen.
2. Situasi pemasaran saat ini                    Menyajiakan data latar belakang yang
relevan mengenai pasar, produk, persaingan dan distribusi.
3. Analisis ancaman dan peluang           Mengidentifikasi ancaman dan peluang utama yang mungkin mempengaruhi produk.
4. Sasaran dan isu                                      Menentukan sasaran perusahaan untuk produk di bidang penjualan, pangsa pasar, laba serta isu yang akan mempengaruhi sasaran ini.
5. Strategi pemasaran                                 Menyajikan pendekatan pemasaran yang luas, yang akan digunakan untuk mencap[ai sasaran dalam rencana.
6. Program tindakan                                    Menspesifikasikan apa yang akan dilakukan, siapa yang akan melakukannya, kapan dan berapa biayanya.
7. Anggaran                                                  Laboran laba dan rugi yang diproyeksikan yang meramalkan hasil keuangan yang diharapkan dari rencana tadi.
8. Pengendalian                                          Menunjukkan bagaimana kemajuan rencana akan dipantau.

b. Implementasi pemasaran
      Adalah Proses yang mengubah strategi dan rencana pemasaran menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran. Implementasi mencakup aktivitas sehari-hari, dari bulan ke bulan yang secara efektif melalsanakan rencana pemasaran. Kegiatan ini dibutuhkan program tindakan yang menarik semua orang atau semua aktivitas serta struktur organisasi formal yang dapat memainkan peranan penting dalam mengimplementasikan strategi pemasaran.
      Implementasi yang sukses tergantung dari beberapa kegiatan kunci yaitu:

v  Pengorganisasian kegiatan pemasaran, yaitu :
Ø  Proses menciptakan hubungan antara fungís personalia dan factor fisik (sarana ), agar kegiatan pemasaran yang harus dilaksanakan bisa mancapai tujuan yang benar, meliputi : pembagian kerja, wewenang, tanggung jawab dan pelaporan kerja.

            Tujuan : setiap orang di dalam organisasi bertanggung jawab dalam
                              melaksanakan kegiatan pemasaran yang telah dibebankan 
                              kepadanya sehingga tidak overlapping pekerjaan.
           
            Bentuk umum dalam departemen pemasaran yang modern, antara lain :
-   organisasi fungsional dimana berbagai aktivitas pemasaran yang berbeda dikepalai oleh spesialis fungsional : manajemen penjualan, periklanan, riset pemasaran, pelayanan terhadap pelanggan, manajemen produk baru.
-   Organisasi geografik, dimana karyawan bagian penjualan dan pemasaran diberi tugas di negara, wilayah atau distrik tertentu.
-   Organisasi manajemen produk, karyawan inin mengembangkan pemasaran dan strategi lengkap untuk produk atau merk tertentu, bila perusahaan ini mempunyai banyak produk atau merk yang amat berbeda.
-   Bila firm yang menjual satu lini produk kepada banyak tipe pasar berbeda yang mempunyai organisasi manajemen pasar. Manajer ini bertanggung jawab untuk mengembangkan rencana jangka panjang dan tahunan untuk keunggulan utama dari sistem ini adalah bahwa perusahaan diorganisasikan disekitar kebutuhan spesifik segmen pelanggan.

v  Pengarahan kegiatan pemasarab, yaitu :
Ø  Usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu kegiatan pemasaran agar semuanya itu dapat dilakukan dengan baik, meliputi :
-   Pemberian perintah secara baik, harus ada follow up-nya, secara senderhana, perlu penjelasan sehingga ada pengertian dan sifatnya harus konsultatif.
-   Motivasi
-   Kepemimpinan
Dengan pengarahan segala kegiatan yang menyimpang akan terdeteksi dan pimpinan dapat memberikan motivasi untuk menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan harapan serta agar terjadi harmonisasi antar anggota organisasi / firm.

v  Pengkoordinasian kegiatan pemasaran, yaitu :
Ø  Usaha meng-sinkronkan dan menyatukan segala kegiatan pemasaran dalam organisasi agar tercapai tujuan yang efektif dan efesien.
            Cara- cara menjalankan koordinasi yang efektif, dengan berbagai cara, yaitu :
1.    Diadakan prosedur yang terang dan jelas dan ditentukan tanggal penyelesaian                    ( deadline )
2.    Koordinasi dilakukan secara formal melalui pimpinan staff pembantu, penitia maupun pejabat penghubung tetap dilakukan kontak tidak formal.

c. Pengendalian / Evaluasi kegiatan pemasaran, yaitu :
Ø  Usaha memberikan petunjuk pada para pelaksana agar mereka selalu bertindak sesuai dengan rencana, meliputi :
-       Penentuan Standard
-       Supervisi kegiatan atau pemeriksaan
-       Perbandingan hasil dengan Standard
-       Kegiatan mengkoreksi Standard

      Menetapkan                Mengukur                Mengevaluasi                  Mengambil
      sasaran                      kinerja                        kinerja                   tindakan perbaikan
Add caption
            Gambar 2. Proses pengevaluasian kegiatan pemasaran

Kegiatan pengendalian / evaluasi diatas dapat dikelompokkan dua macam :
1.    Pengendalian operacional termasuk memeriksa kinerja yang sedang berlangsung terhadap rencana tahunan dan mengambil tindakan perbaikan kalau perlu.
      Tujuannya adalah memastikan bahwa perusahaan mencapai penjualan, laba, dan sasaran lain yang ditetapkan dalam rencana tahunannya. Kegiatan ini juga mencakup penentuan produk, wilayah, pasar dan saluran yang berbeda yang dapat mendatangkan laba.
2. Pengendalian strategik meliputi pengamatan apakah strategi dasar perusahaan sesuai dengan peluang yang terbuka. Strategi dan program pemasaran dapat ketinggalan zaman dalam waktu singkat dan setiap perusahaan harus secara periodik menilai ulang pendekatan terhadap pasar secara keseluruhan.


·         FILOSOFI  MANAJEMEN  PEMASARAN
Ada falsafah yang sebaiknya digunakan sebagai pedoman usaha pemasaran ini untuk mencapai pertukaran yang didambakan dengan pasar sasaran. Pemberian bobot yang harus diberikan pada organisasi, pelanggan dan masyarakat yang berkepentingan seringkali saling bertentangan. Sehingga perlu ada landasan dari aktifitas pemasaran organisasi tersebut. Dalam Kottler (1997), landasan ini dikelompokkan dalam lima konsep alternative antara lain:
1.KONSEP PRODUKSI
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau serta manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki produksi dan efesiensi distribusi. Konsep ini adalah falsafah paling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini masih berlaku dan bermanfaat pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akan produk lebih besar dari penawannya ; situasi kedua, terjadi kalau biaya produk terlalu tinggi dan perbaikan produktifitas diperlukan untuk menurunkannya. Akan tetapi, perusahaan yang bekerja dengan falsafah ini menghadapi resiko tinggi dengan focus terlalu sempit pada operasinya sendiri. Bila perusahaan berusaha menurunkan harga, yang pasti dilupakan adalah kualitas, padahal yang di inginkan konsumen adalah harga rendah dengan barang yang menarik.


2.    KONSEP PRODUK
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk bermutu terbaik dan sifat paling inovatif dan bahwa organisasi harus mencurahkan energi untuk terus menerus melakukan perbaikan produk.
3.    KONSEP PENJUALAN
Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep ini biasanya dilakukan pada barang yang tidak dicari, yaitu barang yang mungkin tidak terpikirkan untuk dibeli oleh konsumen, contoh : ensiklopedia, asuransi,dll. Industri ini harus mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada konsumen. Tujuannya adalah menjual yang perusahaan buat, bukan produk apa yang dibutuhkan masyarakat konsumen.
      4.   KONSEP PEMASARAN
            Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian kepuasan didambakan itu lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Kemungkinan konsep ini membingungkan bila dibandingkan dengan konsep penjualan. Perbandingan antara konsep penjualan dengan konsep pemasaran, antara lain :
     Titik awal       Fokus                 Cara                      Akhir
Add caption